Senin, 13 Mei 2013

18 April 2013,
masih ingat cerita ketika aku bertemu dengan orang tuli, yang menceritakan tentang suara hujan?
hari ini seharusnya aku jadi utusan lomba balap karung yang diaadakan oleh pengurus , tapi sejak aku berangkat untuk lomba itu tadi pagi malah hujan..
dari awal memang sudah mendung, kami pikir hujannya tidak akan langsung sebesar ini..
selesai technical meeting mulai gerimislah lagitnya. kesuramannya menjadi-jadi.. peserta dan panitia sudah OTW kelokasi permainan, tepatnya dilapang basket belakang gedung NU, sejak hari senin memang perlombaannya biasa dilaksanakan disitu. khususnya Eky, Muiz, Fajar, Abam, Ngkong, dan El-ji yang jadi panitia perlombaan menyampaikan bahwa permainan sejauh ini lerlaksana dengan baik dan cukup menghibur, beberapa permainan yang kita ikuti pun masuk babak Final, penuh canda, tawa, tantangan, dan tentunya membutuhkan banyak konsentrasi dan strategi.
diacara ini aku bahagia merenungi hari hari seperti ini, melihat tawa kita, melihat tawa mu membuatku merasa sejuk, walau bukan aku yang membuatmu tersenyum seperti itu, cukuplah itu menutupi kesedihanmu..
gara-gara hujan tadi permainan selanjutnya di pending sampai hujannya reda, panitia juga sempat dibuat bingung tentang tempat permainan, akhirnya kita terlanjur terjebak dibawah pohon serih dekat jalan menuju masjid BDWS (Baitu Dzikri Wa Syukri).
lagi-lagi hujan akan menyerukan isyarat rindu nantinya. kali ini tentang membuat tempat berteduh.
namun seperti ada penghalan yang sesalu bikin aku canggung, ini adalah sebuah penekanan untuk belajar dari setiap kesalahan.

0 komentar:

Posting Komentar