Sabtu, 29 Desember 2012
27 november 2012
Sore ini langit begitu cantik ditemani awan-awan tipis yang melengkapi kecantikannya, cukuplah itu mengisyaratkan aku yang mulai beranjak dari keterpurukan, akhirnya sore ini setelah aku berulang kali mengusahakan untuk ngisi blangko menyebalkan itu, dan 30 menit menunggu kedatangan pak parhani bersama emak untuk dapat kartu ulangan umum pesantren. Akhirya akhirnya, pukul 16.30 kita dapet kartunya. Huh.. masuklah kita ke ruangan ulangan pengajian. Ruang 2 aku duduk sebangku dengan yusri..
Cukup melelahkan, tapi hari ini bagai hari yang baru. Dan seterusnya. Aku harus mulai lebih baik. Detik detik ulangan. Kawan. Saatnya berjuang mati-matian jadi pemenang. Apa aku bisa?
Yah. Aku yakin ini untuk mamah, papah, dan untuk diriku.. untuk semuanya. Untuk cintaku, untuk ibadahku,,
Ya allah, hamba mencari ridhomu….
Kesan ulangan pengajian pertama (aku telat 1 hari) tanpa mamah tau. Ini cukup berkesan. Waktu ulangan tafsir jalalaen di awas sama kang bayu. Itu agak di mudahkan. Hihi.
Tapi pas malem, bagean kaelani, beuh, ternyata aku kurang memperhatikan mata pengajian yang satu ini. Aku ngantuk kacida waktu lg ulangan aku bobo di ruangan.dan aku pasrah akan nilai akhir rapot kaelaniku nanti seperti apa. Huhu.
Pelajaran ke dua itu alfiyah. Alhamdulillah ini karena mata pengajian yang sangat aku sukai, aku pun cukup di mudahkan. Tapi pengawas pas malem ini tadi gk mendukung banget. Huah. Untungnya ustad KH. Wahyudin memperbolehkan open book. Heheh..
Fokus. Fokus..! semoga seterusnya bisa dimudahkan. Dan hati, tanga, fikiranku bisa nyatu meuju yang terbaik. Amin.
Belakangan ini seiap nelpon mamah, aku suka pingin nangis, berhari2 hari setelah aku cabut gigi pasti mamah nanyain gigi aku bengkak atau enggak, kayaknya mamah khawatir banget sama gigi aku takut bengkak, padahal alhamdulillah nggak kok mah..
Setelah itu pembicaraan kami lanjutkan seputar syarat UAS sekolah. Itu harus bayar ini itu. Subhanallah, berjuta uang yang harus mamah keluarkan untuk nyekolahin aku sama sarah di sini tau. Dan aku belum bisa bilang makasih dan belum biisa memuaskan mamah dan papah, ini rasanya benra2 membuatku terpukul saat aku mungkin mengecewakan menjadi seorang anak yang gagal membahagiakan orangtuanya sendiri yang berjuang mati-matian untuk kelarga tercintanya. Mamah. Tapi aku gk mau mamah liat aku nangis. Ini hanya akan membuat hatinya sedh, cukuplah mamah yakin. Kalo aku juga sayang bangeett sama mamah sama papah,, aku gk boleh nunjukin rasa sedih aku. Dan sampai kapan akan terus seperti ini. Mamah jangan mikir aku watados minta uang buat bayar ini itu.. mah aku juga minta maaf sering ngerepotin mamah,,,
T_T
Pingin nangis. Tapi seperti biasa. Gk ada tempat.
Ya allah. Ku serahkan segala hidup hamba yang hanya milikmu ini kepadamu, ku serahkan segala takdirh hamba kepadamu, ku serahkan usaha hamba yang menentukan hanyalah dirimu, ya allah ya robbi yang maha kuasa. Hamba mohon kemudahan dan pertolonganmu, sebagai hamba yang ingin selalu berada di dekatmu, hamba ini masih penuh dengan dosa dosa. Mohon bersihkan hati hamba ya allah.
Berkahkanlah rizky kepada kedua orangtua hamba ya allah. Mudahkanlah, rihoilah kami dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. \berilah kami kesehatan selalu ya allah. Lindungilah kami, jauhkan kami dari malabahaya, dan semoga ilmu yangs aya cari dimanapun itu akud dapat ini akan bermanfaat. Amin. Ya allah.
Astagfirullahaladzim.
Hasbunallah wani’mal wakil
Ilahi anta maksudi waridokamatlubi a’tini mahabataka wa ma’rifataka..
Mamah papah. Teteh sayang kalian.
