Rabu, 14 Agustus 2013

tugas makalah tafsir kelas XII PK Pi MAN DARUSSALAM Ciamis

assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

diberitahukan kepada rekan-rekan kelas XII PK Pi MAN Darussalam ciamis, untuk tugas makalah bidang study TAFSIR, SK KD nya dapat di lihat disini ..
selamat mengerjakan tugas ;)
salam 3 jari

Kelas XII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1. Memahami ayat-ayat al-
    Qur'an tentang kewajiban  
    berdakwah
1.1        Mengartikan QS an-Nahl: 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96, tentang kewajiban berdakwah.
1.2        Menjelaskan kandungan QS an-Nahl: 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96, tentang kewajiban berdakwah.
1.3        Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS an-Nahl 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96, tentang kewajiban berdakwah.
1.4        Menerapkan strategi berdakwah seperti yang terkandung dalam QS an-Nahl: 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96, tentang berdakwah dalam kehidupan sehari-hari.

2.    Memahami  ayat-ayat al-
     Qur'an tentang tanggung
     jawab manusia terhadap 
     keluarga dan masyarakat
2.1  Mengartikan QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa: 132; QS al-An’aam:70 ;QS an-Nisaa’:36 dan QS Huud: 117-119 tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.
2.2   Menjelaskan kandungan QS at-Tahriim: 6, QS Thaahaa:132; QS al-An’aam: 70; QS an-Nisaa’:36 dan QS Huud:117-119 tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.
2.3 Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa:132; QS al-An’aam:70; QS an-Nisaa’:36 dan QS Huud:117-119 tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.
2.1        Menerapkan tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat seperti yang terkandung dalam QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa:132; QS al-An’aam:70; QS an-Nisaa’:36 dan QS Huud: 117-119 tentang tanggungjawab manusia dalam kehidupan sehari-hari

3.  Memahami ayat-ayat al-
Qur'an tentang   kepemimpinan
3.1         Mengartikan QS Ali Imraan:26; QS an-Nisaa’:58; QS an-Nisaa’:144; QS al-Maaidah:56-57; QS at-Taubah:71 tentang kepemimpinan.  
3.2         Menjelaskan kandungan QS Ali Imraan:26; QS  an-Nisaa’:58; QS an-Nisaa’:144; QS al-Maaidah:56-57; QS at-Taubah:71 tentang kepemimpinan   
3.3         Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan  QS Ali Imraan:26; QS an-Nisaa’:58; QS an-Nisaa’:144; QS al-Maa‘idah:56-57; QS at-Taubah:71 tentang kepemimpinan.
3.4         Menerapkan konsep kepemimpinan seperti yang terkandung dalam QS Ali Imraan:26; QS an-Nisaa’:58; QS an-Nisaa’:144; QS al-Maa‘idah:56-57; QS at-Taubah:71 tentang kepemimpinan.

4.  Memahami ayat-ayat al-
     Qur'an tentang   
     menyelesaikan 
     perselisihan
4.1.       Mengartikan QS an-Nisaa’: 59; QS al-Hujuraat:9; QS al-A’raaf: 199; QS an-Nahl:126 tentang menyelesaikan perselisihan
4.2.       Menjelaskan kandungan QS an-Nisaa’: 59; QS al-Hujuraat:9; QS al-A’raaf: 199; QS an-Nahl:126 tentang menyelesaikan perselisihan.
4.3.       Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS an-Nisaa’: 59; QS al-Hujuraat:9; QS al-A’raaf: 199; QS an-Nahl:126 tentang menyelesaikan perselisihan.
4.4.       Melaksanakan langkah-langkah dalam penyelesaikan perselisihan seperti yang terkandung dalam QS an-Nisaa’: 59; QS al-Hujuraat:9; QS al-A’raaf: 199; QS an-Nahl:126 tentang menyelesaikan perselisihan dalam kehidupan sehari-hari.



5.   Memahami ayat –ayat al-Qur'an tentang berlaku adil dan jujur
5.1        Mengartikan  QS al-Maaidah: 8-10; QS an-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’: 105 tentang berlaku adil dan jujur.
5.2        Menjelaskan kandungan QS al-Maaidah: 8-10; QS an-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’: 105 tentang berlaku adil dan jujur.
5.3        Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QSal-Maaidah: 8-10; QSan-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’: 105 tentang berlaku adil dan jujur.
5.4        Menerapkan perilaku adil dan jujur dalam perkata-an dan perbuatan seperti yang terkandung dalam QS al-Maaidah: 8-10; QS an-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’:105 tentang berlaku adil dan jujur.


6. Memahami ayat-ayat al-
Qur'an tentang pembinaan pribadi dan keluarga, serta pembinaan masyarakat secara umum
6.1        Meningkatkan kemauan dan kemampuan membina diri pribadi dan keluarga (a.l. QS an-Nisaa’ : 9, QS al-Baqarah : 44-45)
6.2        Memiliki kemauan  dan kemampuan membina masyarakat dan sikap sebagai da'i (a.l. QS an-Nahl: 125, QS al-Baqarah: 177)


7. Memahami tafsir bil   ma’tsur dan bir ra’yi

7.1    Menjelaskan pengertian tafsir bil ma’tsur.
7.2    Menjelaskan pengertian tafsir bir ra’yi.
7.3    Menunjukkan contoh tafsir bil ma’tsur dan bir ra’yi.
7.4    Menerapkan cara penafsiran bil ma’tsur dan bir ra’yi.


8. Memahami asbabun nuzul dan munasabah dalam al-Qur'an
8.1  Menjelaskan pengertian, pedoman dan pentingnya mengetahui asbaabun nuzuul
8.2  Menunjukkan contoh-contoh asbaabun nuzuul
8.3  Mengidentifikasi sikap seorang mufasir terhadap banyaknya riwayat mengenai sebab nuzuul suatu ayat al-Qur'an.

8.4  Menunjukkan contoh munasabah dalam
       penafsiran al-Qur'an


tapi mohon maaf untuk rekan2 yang belum/ lupa kelomponya nomor berapa, saya lupa tidak di bawa ke rumah daftrnya.. jadi bagi rekan2 yg bertanya kelomponya berapa, mohon di jawab untuk di beritahu oleh rekan2 yg ingat kelompoknya siapa saja..  mohon bantuannya agar kita bisa mengerjakan tugas semuanya, tanpa ada yang belum mengerjakan ;) demi kebaikan dan kekompakan XII PK Pi
terimakasih
wassalam

wakil KM

Kamis, 16 Mei 2013

selasa, 14 Mei 2013
selamat pagi dunia..
terimakasih kamu sudah menyambut pagiku dengan baik, meski aku masih terpaku dan tak banyak melontarkan pertanyaan perhatian, aku cukup dibuat terbang tanpa arah.
ternyata kamu bisa berlaku adil dalam keadaan ini.
aku hanya bertanya pada dirikusendiri, kapan the right time itu datang, kapan the righ time itu bisa aku ciptakan.
hidup memang butuh sebuah keberanian. berani untuk mencoba, berani untuk maju, berani demi perubahan.
saat ini aku sedang mengumpulkan kekuatan dan setitik keyakinan hati untuk lahirnya keberanian itu, aku hanya sahabatmu kawan. ya begitulah bunyinya..
saat tadi pagi kamu memanggilku, itupun hanya sebuah penyampaian tugas kerja kita.
kamu dan aku tetap begitu, seperti air bening dalam sebuah gelas yang ntah akan diminum oleh siapa.
melindungi setitik cahaya kecil agar tidak tercipta kegelapan. cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup kita bersama melewati terowongan hingga ,ememukan cahaya yang utuh sepenuhnya. yaitu ridha tuhan dalam kebahagiaan.  

Senin, 13 Mei 2013

18 April 2013,
masih ingat cerita ketika aku bertemu dengan orang tuli, yang menceritakan tentang suara hujan?
hari ini seharusnya aku jadi utusan lomba balap karung yang diaadakan oleh pengurus , tapi sejak aku berangkat untuk lomba itu tadi pagi malah hujan..
dari awal memang sudah mendung, kami pikir hujannya tidak akan langsung sebesar ini..
selesai technical meeting mulai gerimislah lagitnya. kesuramannya menjadi-jadi.. peserta dan panitia sudah OTW kelokasi permainan, tepatnya dilapang basket belakang gedung NU, sejak hari senin memang perlombaannya biasa dilaksanakan disitu. khususnya Eky, Muiz, Fajar, Abam, Ngkong, dan El-ji yang jadi panitia perlombaan menyampaikan bahwa permainan sejauh ini lerlaksana dengan baik dan cukup menghibur, beberapa permainan yang kita ikuti pun masuk babak Final, penuh canda, tawa, tantangan, dan tentunya membutuhkan banyak konsentrasi dan strategi.
diacara ini aku bahagia merenungi hari hari seperti ini, melihat tawa kita, melihat tawa mu membuatku merasa sejuk, walau bukan aku yang membuatmu tersenyum seperti itu, cukuplah itu menutupi kesedihanmu..
gara-gara hujan tadi permainan selanjutnya di pending sampai hujannya reda, panitia juga sempat dibuat bingung tentang tempat permainan, akhirnya kita terlanjur terjebak dibawah pohon serih dekat jalan menuju masjid BDWS (Baitu Dzikri Wa Syukri).
lagi-lagi hujan akan menyerukan isyarat rindu nantinya. kali ini tentang membuat tempat berteduh.
namun seperti ada penghalan yang sesalu bikin aku canggung, ini adalah sebuah penekanan untuk belajar dari setiap kesalahan.

Minggu, 12 Mei 2013

11 April 2013
Suatu sore, aku bertemu dengan orang tuli, dia bertanya padaku tentang bagaimana suara hujan, betapa tak kuasa aku untuk menjawab pertanyaannya, ku katakana saja “bunyinya menggerecik,, hm.. suaranya seperti penyampaian sebuah rindu, karena hujan yang kurasakan seperti isyarat rindu yang terbendung” Kau tau, sama seperti sore ini, hujan .. langit yang pekat, anginya mengelitiki tubuhku dan membuat alam menari-nari, membuat aku akan selalu rindu bila mendengar suara hujan. orang tuli itu tidak akan pernah mendengar bagaimana suara hujan.. Sekarang dia telah mengerti bahasa hujan yang negisyaratkan rindu. Orang tuli itu kemudian tersenyum, berlari kejalanan, membiarkan tubuhnya tersentuh ribuan tetes air hujan. Ia berharap rindunya terbalas. Akupun memutuskan ikut menari dijalanan bersama orang tuli itu, berbagi kebersamaan.. Sore ini dua orang perindu telah membaca rindu yang disampaikan hujan. Menerima kabar baik dari angin yang membuat semua menari tapi dua orang perindu itu tidak pernah tau apa yang dikatakan oleh sang agung diatas sana. Langitnya tetap pekat.

create in ar-Rahmah Mosque, ba'da ashar pulang kumpulan IRMA,
waktu itu kamu adan Ashar :)