selasa, 14 Mei 2013
selamat pagi dunia..
terimakasih kamu sudah menyambut pagiku dengan baik, meski aku masih terpaku dan tak banyak melontarkan pertanyaan perhatian, aku cukup dibuat terbang tanpa arah.
ternyata kamu bisa berlaku adil dalam keadaan ini.
aku hanya bertanya pada dirikusendiri, kapan the right time itu datang, kapan the righ time itu bisa aku ciptakan.
hidup memang butuh sebuah keberanian. berani untuk mencoba, berani untuk maju, berani demi perubahan.
saat ini aku sedang mengumpulkan kekuatan dan setitik keyakinan hati untuk lahirnya keberanian itu, aku hanya sahabatmu kawan. ya begitulah bunyinya..
saat tadi pagi kamu memanggilku, itupun hanya sebuah penyampaian tugas kerja kita.
kamu dan aku tetap begitu, seperti air bening dalam sebuah gelas yang ntah akan diminum oleh siapa.
melindungi setitik cahaya kecil agar tidak tercipta kegelapan. cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup kita bersama melewati terowongan hingga ,ememukan cahaya yang utuh sepenuhnya. yaitu ridha tuhan dalam kebahagiaan.
Kamis, 16 Mei 2013
Senin, 13 Mei 2013
18 April 2013,
masih ingat cerita ketika aku bertemu dengan orang tuli, yang menceritakan tentang suara hujan?
hari ini seharusnya aku jadi utusan lomba balap karung yang diaadakan oleh pengurus , tapi sejak aku berangkat untuk lomba itu tadi pagi malah hujan..
dari awal memang sudah mendung, kami pikir hujannya tidak akan langsung sebesar ini..
selesai technical meeting mulai gerimislah lagitnya. kesuramannya menjadi-jadi.. peserta dan panitia sudah OTW kelokasi permainan, tepatnya dilapang basket belakang gedung NU, sejak hari senin memang perlombaannya biasa dilaksanakan disitu. khususnya Eky, Muiz, Fajar, Abam, Ngkong, dan El-ji yang jadi panitia perlombaan menyampaikan bahwa permainan sejauh ini lerlaksana dengan baik dan cukup menghibur, beberapa permainan yang kita ikuti pun masuk babak Final, penuh canda, tawa, tantangan, dan tentunya membutuhkan banyak konsentrasi dan strategi.
diacara ini aku bahagia merenungi hari hari seperti ini, melihat tawa kita, melihat tawa mu membuatku merasa sejuk, walau bukan aku yang membuatmu tersenyum seperti itu, cukuplah itu menutupi kesedihanmu..
gara-gara hujan tadi permainan selanjutnya di pending sampai hujannya reda, panitia juga sempat dibuat bingung tentang tempat permainan, akhirnya kita terlanjur terjebak dibawah pohon serih dekat jalan menuju masjid BDWS (Baitu Dzikri Wa Syukri).
lagi-lagi hujan akan menyerukan isyarat rindu nantinya. kali ini tentang membuat tempat berteduh.
namun seperti ada penghalan yang sesalu bikin aku canggung, ini adalah sebuah penekanan untuk belajar dari setiap kesalahan.
masih ingat cerita ketika aku bertemu dengan orang tuli, yang menceritakan tentang suara hujan?
hari ini seharusnya aku jadi utusan lomba balap karung yang diaadakan oleh pengurus , tapi sejak aku berangkat untuk lomba itu tadi pagi malah hujan..
dari awal memang sudah mendung, kami pikir hujannya tidak akan langsung sebesar ini..
selesai technical meeting mulai gerimislah lagitnya. kesuramannya menjadi-jadi.. peserta dan panitia sudah OTW kelokasi permainan, tepatnya dilapang basket belakang gedung NU, sejak hari senin memang perlombaannya biasa dilaksanakan disitu. khususnya Eky, Muiz, Fajar, Abam, Ngkong, dan El-ji yang jadi panitia perlombaan menyampaikan bahwa permainan sejauh ini lerlaksana dengan baik dan cukup menghibur, beberapa permainan yang kita ikuti pun masuk babak Final, penuh canda, tawa, tantangan, dan tentunya membutuhkan banyak konsentrasi dan strategi.
diacara ini aku bahagia merenungi hari hari seperti ini, melihat tawa kita, melihat tawa mu membuatku merasa sejuk, walau bukan aku yang membuatmu tersenyum seperti itu, cukuplah itu menutupi kesedihanmu..
gara-gara hujan tadi permainan selanjutnya di pending sampai hujannya reda, panitia juga sempat dibuat bingung tentang tempat permainan, akhirnya kita terlanjur terjebak dibawah pohon serih dekat jalan menuju masjid BDWS (Baitu Dzikri Wa Syukri).
lagi-lagi hujan akan menyerukan isyarat rindu nantinya. kali ini tentang membuat tempat berteduh.
namun seperti ada penghalan yang sesalu bikin aku canggung, ini adalah sebuah penekanan untuk belajar dari setiap kesalahan.
Minggu, 12 Mei 2013
11 April 2013
Suatu sore, aku bertemu dengan orang tuli, dia bertanya padaku tentang bagaimana suara hujan, betapa tak kuasa aku untuk menjawab pertanyaannya, ku katakana saja “bunyinya menggerecik,, hm.. suaranya seperti penyampaian sebuah rindu, karena hujan yang kurasakan seperti isyarat rindu yang terbendung” Kau tau, sama seperti sore ini, hujan .. langit yang pekat, anginya mengelitiki tubuhku dan membuat alam menari-nari, membuat aku akan selalu rindu bila mendengar suara hujan. orang tuli itu tidak akan pernah mendengar bagaimana suara hujan.. Sekarang dia telah mengerti bahasa hujan yang negisyaratkan rindu. Orang tuli itu kemudian tersenyum, berlari kejalanan, membiarkan tubuhnya tersentuh ribuan tetes air hujan. Ia berharap rindunya terbalas. Akupun memutuskan ikut menari dijalanan bersama orang tuli itu, berbagi kebersamaan.. Sore ini dua orang perindu telah membaca rindu yang disampaikan hujan. Menerima kabar baik dari angin yang membuat semua menari tapi dua orang perindu itu tidak pernah tau apa yang dikatakan oleh sang agung diatas sana. Langitnya tetap pekat.
create in ar-Rahmah Mosque, ba'da ashar pulang kumpulan IRMA,
waktu itu kamu adan Ashar :)
Suatu sore, aku bertemu dengan orang tuli, dia bertanya padaku tentang bagaimana suara hujan, betapa tak kuasa aku untuk menjawab pertanyaannya, ku katakana saja “bunyinya menggerecik,, hm.. suaranya seperti penyampaian sebuah rindu, karena hujan yang kurasakan seperti isyarat rindu yang terbendung” Kau tau, sama seperti sore ini, hujan .. langit yang pekat, anginya mengelitiki tubuhku dan membuat alam menari-nari, membuat aku akan selalu rindu bila mendengar suara hujan. orang tuli itu tidak akan pernah mendengar bagaimana suara hujan.. Sekarang dia telah mengerti bahasa hujan yang negisyaratkan rindu. Orang tuli itu kemudian tersenyum, berlari kejalanan, membiarkan tubuhnya tersentuh ribuan tetes air hujan. Ia berharap rindunya terbalas. Akupun memutuskan ikut menari dijalanan bersama orang tuli itu, berbagi kebersamaan.. Sore ini dua orang perindu telah membaca rindu yang disampaikan hujan. Menerima kabar baik dari angin yang membuat semua menari tapi dua orang perindu itu tidak pernah tau apa yang dikatakan oleh sang agung diatas sana. Langitnya tetap pekat.
create in ar-Rahmah Mosque, ba'da ashar pulang kumpulan IRMA,
waktu itu kamu adan Ashar :)
