11 April 2013
Suatu sore, aku bertemu dengan orang tuli, dia bertanya padaku tentang bagaimana suara hujan, betapa tak kuasa aku untuk menjawab pertanyaannya, ku katakana saja “bunyinya menggerecik,, hm.. suaranya seperti penyampaian sebuah rindu, karena hujan yang kurasakan seperti isyarat rindu yang terbendung”
Kau tau, sama seperti sore ini, hujan .. langit yang pekat, anginya mengelitiki tubuhku dan membuat alam menari-nari, membuat aku akan selalu rindu bila mendengar suara hujan.
orang tuli itu tidak akan pernah mendengar bagaimana suara hujan.. Sekarang dia telah mengerti bahasa hujan yang negisyaratkan rindu. Orang tuli itu kemudian tersenyum, berlari kejalanan, membiarkan tubuhnya tersentuh ribuan tetes air hujan. Ia berharap rindunya terbalas.
Akupun memutuskan ikut menari dijalanan bersama orang tuli itu, berbagi kebersamaan..
Sore ini dua orang perindu telah membaca rindu yang disampaikan hujan. Menerima kabar baik dari angin yang membuat semua menari tapi dua orang perindu itu tidak pernah tau apa yang dikatakan oleh sang agung diatas sana. Langitnya tetap pekat.
create in ar-Rahmah Mosque, ba'da ashar pulang kumpulan IRMA,
waktu itu kamu adan Ashar :)

0 komentar:
Posting Komentar